Jumat, 30 Maret 2018

MAKALAH TIPE LAYOUT DAN LAYOUT OPTIMAL


TIPE LAYOUT DAN LAYOUT OPTIMAL
DITUJUKAN UNTUK MATA KULIAH
PENGANTAR MANAJEMEN OPERASIONAL



DISUSUN OLEH :
1.      ASTI RIZKIANI
030216685
2.      AIDAH YULIANA
030216700
3.      SOPIAH
030216746
4.      NUR ASIYAH J
030216792


KELAS: KHUSUS - MANAJEMEN


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
DR. KHEZ. MUTTAQIEN
2018


KATA PENGANTAR


Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Tipe layout dan layout optimal  mata kuliah Pengantar Manajemen Operasional ini dengan baik sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan.
Penyusun berharap makalah ini dapat bermanfaat secara maksimal bagi kegiatan pembelajaran mata kuliah Pengantar Manajemen Operasional di kampus STIE DR.KHEZ.Muttaqien.
Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.





Purwakarta,   Februari 2018


Penyusun




DAFTAR ISI
                                                                                                                                         
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ....................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah .................................................................................. 1
C.     Manfaat Penulisan .................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Layout .................................................................................. 3
B.     Manfaat Perencanaan Layout ................................................................. 4
C.     Tujuan Perencanaan Layout.................................................................... 5
D.    Tipe Layout............................................................................................. 6
E.     Prinsip Dasar Perencanaan Layout........................................................ 12
F.      Pertimbangan Penentuan Layout.......................................................... 13
G.    Dasar Penetapan Layout....................................................................... 15
H.    Metode-Metode Layout........................................................................ 16
I.       Kerugian Dari Layout Yang Buruk....................................................... 17
J.       Faktor-Faktor Dalam Perencanaan Layout........................................... 18
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ........................................................................................... 20
B.     Saran ..................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA



BAB I
PENDAHULUAN


A.       LATAR BELAKANG
Dalam pertumbuhan ekonomi pada masa sekarang ini, khususnya di negara kita Indonesia, persaingan diantara perusahaan sudah semakin meningkat. Untuk menghadapi dan memenangkan persaingan tersebut, perusahaan-perusahaan dituntut untuk menciptakan pemikiran yang kreatif dan inovatif di dalam tujuan perusahaan. Salah satu keputusan strategis yang paling penting dibuat oleh perusahaan untuk mencapai tujuan adalah dimana perusahaan tersebut harus menempatkan lokasi operasi, karena lokasi operasi yang tepat adalah pemacu biaya yang cukup signifikan dan lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk menghancurkan strategi bisnis atau perusahaan.
Strategi lain yang merupakan keputusan penting adalah strategi layout, dimana layout dapat menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Layout juga memiliki banyak dampak strategis karena layout menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontrak pelanggan dan citra perusahaan.
B.       RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari Layout?
2. Apa manfaat perencanaan Layout?
3. Apa saja tujuan perencanaan Layout?
4. Apa saja tipe Layout?
5. Apa saja yang menjadi prinsip dasar perencanaan Layout?
6. Bagaimana pertimbangan penentuan Layout?
7. Bagaimana dasar penetapan Layout?
8. Apa saja metode-metode Layout?
9. Apa saja kerugian akibat Layout yang buruk?
10. Apa saja faktor-faktor dalam perencanaan Layout?
C.       MANFAAT PENULISAN
1. Menambah wawasan terhadap materi Tipe Layout dan Layout Optimal
2. Menambah ilmu pengetahuan penulis, khususnya dalam sistem pembuatan karya tulis



BAB II
PEMBAHASAN


A.       PENGERTIAN LAYOUT
Tata Letak/ Layout  menurut James M. Apple  adalah kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur. Layout merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Layout memiliki banyak dampak strategis karena layout menentukan daya saing perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya serta kualitas lingkungan kerja, kontrak pelanggan dan citra perusahaan. Layout yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang differensiasi, biaya rendah, atau respon cepat.
Menurut  Zulian Yamit (1996:120), perencanaan layout adalah rencana pengaturan semua fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan efisien. Krajewski & Ritzman (2002:445) mengartikan perencanaan layout sebagai perencanaan yang meliputi pengambilan keputusan tentang berbagai pusat aktivitas fisik dan fasilitas ekonomi perusahaan.
Dari pengertian diatas, perencanaan layout adalah perencanaan pengaturan tata letak bangunan, tata ruang kerja, pengaturan letak berbagai mesin-mesin peralatan yang berada dalam bangunan yang diperlukan dalam proses produksi.
Layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:
1.      Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja
2.      Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja
3.      Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
4.      Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
5.      Peningkatan fleksibilitas.

B.       MANFAAT PERENCANAAN LAYOUT
Secara spesifik tata letak fasilitas tata letak fasilitas pabrik yang baik akan dapat memberikan manfaat-manfaat dalam sistem produksi, yaitu sebagai berikut:
1.      Meningkatkan jumlah produksi
Suatu tata letak fasilitas pabrik secara baik akan memberikan kelancaran proses produksi dan akhirnya akan memberikan output yang lebih besar dengan biaya yang sama atau lebih sedikit, jam tenaga kerja dan jam kerja mesin lebih kecil.
2.      Mengurangi waktu tunggu
Tata letak fasilitas pabrik yang baik akan memberikan keseimbangan beban dan waktu antara satu mesin dengan mesin atau departemen dengan departemen yang lain. Keseimbangan ini akan dapat mengurangi penumpukan bahan dalam proses dan waktu tunggu antara satu mesin dengan mesin yang lain.
3.      Mengurangi proses pemindahan bahan
Pada sebagian besar proses produksi, bahan baku akan lebih sering dipindahkan jika dibandingkan dengan tenaga kerja, mesin maupun peralatan produksi yang lain.
4.      Penghematan penggunaaan ruangan
Terjadinya penumpukan material dalam proses dan jarak antara masing-masing mesin terlalu berlebihan akan menambah luas bangunan yang dibutuhkan.
5.      Efisiensi penggunaaan fasilitas
Suatu tata letak fasilitas pabrik yang terencana secara baik, dapat menciptakan pendayagunaan elemen produksi seperti tenaga kerja, mesin maupun peralatan yang lain secara lebih efektif dan efisien.



6.      Mempersingkat waktu proses
Dengan memperpendek jarak antara satu mesin dengan mesin yang lain atau antara satu operasi denga operasi yang lain dan mengurangi penumpukan bahan dalam proses atau mengurangi waktu tunggu.
7.      Meningkatkan kepuasan dan keselamatan kerja
Pengaturan tata letak fasilitas pabrik secara baik akan dapat menciptakan suasana ruang dan lingkungan kerja yang nyaman, aman, tertib dan rapi, sehingga kepuasan dan keselamatan kerja akan dapat lebih ditingkatkan.
8.      Mengurangi kesimpang-siuran
Banyaknya material yang menunggu, gerakan yang tidak perlu, dan banyaknya perpotongan dari aliran proses produksi akan menyebabkan kesimpang-siuran yang akhirnya dapat mengakibatkan kemacetan.

C.       TUJUAN PERENCANAAN LAYOUT
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik pada dasarnya adalah untuk meminimumkan biaya atau meningkatkan efisiensi dalam pengaturan segala fasilitas produksi dan area kerja.
1.      Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik
2.      Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
3.      Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
4.      Meminimumkan hambatan pada kesehatan
5.      Meminimumkan usaha membawa bahan
6.      Memaksimumkan pemanfaatan ruang yang tersedia
7.      Memaksimumkan keluwesan menghindari hambatan operasi dan tempat yang terlalu padat
8.      Memberikan kesempatan berkomunikasi bagi para karyawan dengan menempatkan mesin dan proses secara benar
9.      Memaksimumkan hasil produksi
10.  Meminimumkan kebutuhan akan pengawasan dan pengendalian dengan menempatkan mesin, lorong atau gang, dan fasilitas penunjang agar diperoleh komunikasi yang mudah dan siap.

D.       TIPE LAYOUT
Tipe Layout dibagi menjadi 7, yaitu:
1.      Layout Garis Atau Produk
Yaitu pengaturan letak mesin – mesin atau fasilitas produksi dalam suatu pabrik yang berdasarkan atas urut – urutan proses produksi dalam membuat suatu barang. Barang yang dikerjakan setiap hari selalu sama dan arus barang yang dikerjkakan setiap hari selalu sama, seolah – olah menyerupai garis ( meskipun tidak selalu garis lurus).
a.       Sifat - sifat layout garis
1)     Macam produk yang dihasilkan sedikit dan jumlah setiap macam banyak
2)     Tenaga kerja yang diperlukan adalah tenaga khusus, yang sesuai dengan kebutuhan mesin yang dilayani
3)     Kualitas barang hasil produksi lebih banyak ditentukan oleh mesin daripada keahlian karyawan.
4)     Memiliki keseimbangan kapasitas mesin, artinya kapasitas mesin satu dengan yang lainya harus sama
b.      Kebaikan – kebaikan layout garis
1)     Biaya produksi lebih murah
2)     Pengawasan lebih mudah
3)     Pengangkutan barang didalam pabrik lebih mudah
c.       Kelemahan – kelemahan layout garis
1)     Apabila terjadi kemacetan terhadap salah satu mesin, mesin akan menyebabkan kemacetan seluruh kegiatan pabrik
2)     Nilai investasi mahal ,karena mesin yang digunakan banyak sekali dan biasanya menggunakan mesin khusus
3)     Kurang fleksibel karena suatu layout hanya dapat membuat satu macam barang saja.
2.      Layout fungsional atau proses
Yaitu pengaturan letak fasilitas produksi di dalam pabrik yang didasarkan atas fungsi bekerjanya setiap mesin atau fasilitas produksi yang ada. Mesin atau fasilitas yang memiliki kegunaan yang sama dikelompokan dan diletakakan pada ruang yang sama. Layout ini biasanya untuk membuat barang yang bermacam – macam
a.       Sifat – sifat layout fungsional
1)     Macam barang yang dibuat banyak, selalu berubah – ubah dan jumlah yang dibuat setiap macam sedikit
2)     Mesin yan digunakan biasanya bersifat serbaguna
3)     Routing atau penentuan urut – urutan proses pembuatan barang biasanya selalu berubah ubah
4)     Keahlian tenaga kerja yang mengerjakan biasanya bersifat fleksibel
5)     Banyak memerlukan instruksi kerja, serta instruksi kerja harus jelas
6)     Kualitas barang hasil produkai sangat tergantung pada keahlian karyawan yang mengerjakan.
b.      Kebaikan kebaikan layout fungsional
1)     Fleksibel dapat digunakan untuk mengerjakan berbagai macam barang
2)     Investasi pada mesin – mesin dan pada fasilitas produksi yuang lain lebih murah daripada layout garis.
c.       Kelemahan – kelemahan layout fungsional
1)     Biaya produksi setiap barang lebih mahal
2)     Pekerjaan perencanaan dan pengawasan produksai lebih sering digunakan
3)     Pengangkutan barang di pabrik lebih sulit dan simpang siur
4)     Tidak terjadi keseimbangan kerja setiap mesin
3.      Layout kelompok
Suatu pengaturan letak fasilitas suatu pabrik berdasarkan atas kelompok barang yang dikerjakan.


a.       Sifat – sifat layout kelompok 
1)     Barang hasil produksi dapat dikelompokkan dalam nbeberapa macam kelompok yanhg memiliki garios besar urutan proses yang sama.
2)     Mesin yang digunakan bersifat fleksibel
3)     Memerlukan karyawan yang keahlianya fleksibel
b.      Kebaikan – kebaikan layout kelompok
1)     Bersifat fleksibel sehingga dapat menghasilkan beberapa macam barang
2)     Meskipun barang yang dikerjakan bermacam – macam arus barang tidak simpang siur
3)     Meskipun perusahaan mengerjakan berbagai macam produk, biaya produksi dapat lebih murah dibandingkan layout fungsional.
c.       Kelemahan – kelemahan layout kelompok
1)     Untuk dapat menggunakan layout semacam ini maka kelompok produk yang memiliki kesamaan tingkat proses harus jelas.
2)     Instruksi kerja harus jelas
3)     Memerlukan pengawasan yang cermat
4.      Layout dengan posisi tetap
Layout dengan posisi tetap sering disebut dengan layout by fixed materials position atau fixed layout yaitu pengaturan fasilitas produksi dalam membuat barang dengan letak barang yanhg tetap atau tidak dipindah – pindah. Mesin, karyawan, serta fasilitas produksai yang lain berpindah – pindah mengelilingi barang yang dikerjakan sesuai kebutuhan. Sebagai contoh: layout pembuatan jembatan, layout pembangunan gedung, layout pembuatan jalan dan layout penghijauan
a.       Sifat – sifat layout dengan posisi tetap
1)     Barang yang dikerjakan biasanya berat dan tidak mungkin dipindah – pindah
2)     Volume pekerjaan biasanya besar
3)     Biasanya pekerjaan berupa proyek yang harus selesai pada waktu yang telah ditentukan
4)     Fasilitas produksi yang digunakan biasanya mudah dipindah – pindah
5)     Komponen produk atau bagian produk yang tidak mungkin dikerjakan dilokasi biasanya dikerjakan di dalam pabrik atau di tempat lain
b.      Kebaikan – kebaikan layout dengan posisi tetap
1)     Fleksibel dapat ditetapkan pada setiap[ pekerjaan yang berbeda – beda
2)     Dapat diletakkan dimana saja sesuai kebutuhan
3)     Tidak memerlukan banguna pabrik
c.       Kelemahan layout dengan posisi tetap
1)     Tidak ada standar atau pedoman yang jelas untuk merencanakan layoutnya
2)     Kegiatan pengawasan harus sering dilakukan dan relatif sulit
3)     Biasanya keamanan barang – barang di sekitar pembuatan barang harus dijaga dengan baik karena rawan pencurian.





5.      Layout bentuk U
Hakekat layout bantuk U adalah pintu masuk dan keluar bahan baku dan produk akhir berada pada posisi yang Sama.
Keuntungan terbesar dan terpenting dari tata letak seperti ini adalah fleksibelitas untuk menambah atau mengurangi jumlah pekerja yang diperlukan bila harus menyesuaikan dengan perubahan jumlah produksi atau perubahan permintaan. Hal ini dapat di capai dengan menambah atau mengurangi jumlah pekerja pada daerah sebelah dalam, dari tempat kerja berbentuk U.
6.      Layout gabungan garis dan proses
Penggabungan ini dilakukan dengan cara menempatkan mesin – mesin dalam masing - masing departemen menurut tipe mesin yang sama atau menurut prinsip pengaturan bardasarkan proses. Sedangkan pengaturan masing – masing departemen didasarkan urutan operasi atau pengerjaan dari produk yang akan dibuat atau menurut prinsip pengaturan berdasarkan produk.
Penggabungan kedua tipe ini mencoba untuk mengeliminir segala kelemahan yang terdapat pada layout proses maupun layout produk.
7.      Layout gabungan garis dan bentuk U
Untuk mengatasi angka pecahan dalam jumlah pekerja, seperti dalam contoh layout garis, dapat ditempuh dengan menggabungkan beberapa lini bentuk U menjadi satu bentuk lini terpadu. Dengan cara penggabungan seperti ini, alokasi operasi diantara pekerja sebagai respon terhadap variasi jumlah produksi dapat di capai.

E.       PRINSIP DASAR PERENCANAAN LAYOUT
Menurut Yulian Zamit (200:122), terdapat 5 prinsip dasar dalam perencanaan layout, yaitu:
1.      Integrasi Secara Total
Menyatakan bahwa tata letak fasilitas pabrik dilakukan secara terintegrasi dari semua faktor yang mempengaruhi proses produksi menjadi satu unit organisasi yang besar
2.      Jarak Perpindahan Bahan Paling Minimum
Waktu perpindahan bahan dari satu proses ke proses yang lain dalam suatu industri dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan tersebut seminimum mungkin
3.      Memperlancar Aliran Kerja
Material diusahakan bergerak terus tanpa adanya interupsi atau gangguan skedul kerja.
4.      Kepuasan dan Keselamatan Kerja
Suatu layout yang baik apabila pada akhirnya mampu memberikan keselamatan dan keamanan dari orang yang bekerja di dalamnya.
5.      Fleksibilitas
Suatu layout yang baik dapat juga mengantisipasi perubahan-perubahan dalam bidang teknologi, komunikasi maupun kebutuhan konsumen. Produsen yang cepat tanggap akan perubahan tersebut menuntut tata letak fasilitas pabrik diatur dengan memperhatikan prinsip fleksibilitas.
F.        PERTIMBANGAN PENENTUAN LAYOUT
Perancangan layout berkenaan dengan produk, proses, sumber daya manusia, dan lokasi.
1.      Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
Mengetahui jumlah perkerja, mesin dan peralatan yang dibutuhkan akan memudahkan kita mengetahui kapasitas yang dibutuhkan untuk menentukan layout dan penyediaan tempat atau ruangan untuk setiap komponen tersebut.
2.      Peralatan untuk menangani material atau bahan
Maksud peralatan untuk menangani material atau bahan adalah alat yang digunakan dalam operasi perusahaan. Layout juga sangat tergantung pada jenis material atau bahan yang dipakai, misalnya Derek dan kereta otomatis untuk memindah bahan.
3.      Lingkungan dan estetika
Keputusan layout juga harus didasarkan pada lingkungan dan estetika. Tujuannya adalah agar ada keleluasaan dan kenyamanan tempat kerja, seperti penentuan jendela dan sikulasi udara ruang.
4.      Arus informasi
Layout juga harus mempertimbangkan arus informasi. Pertimbangan terhadap cara untuk memindahkan informasi atau melakukan komunikasi perlu dibuat sebaik mungkin.
5.      Biaya perpindahan antara tempat kerja yang berbeda
Pertimbangan di sini lebih ditekankan pada tingkat kesulitan pemindahan alat dan bahan.
Pertimbangan penentuan layout secara umum didasarkan pada situasi sebagai berikut:
1.      Posisi tetap
Posisi layout jenis ini ditujukan pada proyek yang tidak mungkin memindahkan produknya karena ukuran, bentuk atau hal-hal lain. Jadi, produk tetap berada ditempat, sedangkan peralatan dan tenaga kerja yang mendatangi produk. Contohnya gedung, pembuatan kapal.
2.      Orientasi proses
Layout jenis ini didasarkan pada proses produksi barang atau pelayanan jasa. Biasanya layout jenis ini dapat secara bersamaan menangani suatu produk atau jasa yang berbeda, misalnya rumah sakit. Process layout (fungcional layout), merupakan jenis layout dengan menempatkan mesin-mesin atau peralatan yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama dalam suatu kelompok atau suatu ruangan. Contohnya untuk industry tekstil semua mesin pemotong dikelompokkan dalam suatu area atau semua mesin pemotong dikelompokkan dalam satu area. Jenis layout ini biasanya untuk usaha job order (sesuai pesanan)
3.      Tata Letak Kantor
Layout jenis ini berkaitan dengan layout posisi perkeja, peralatan kerja, tempat yang digunakan untuk perpindahan informasi. Jika semua permindahan informasi diselesaikan dengan telepon atau alat telekomunikasi, masalah layout akan sangat mudah, tetapih jika perpindahan orang dan dokumen dilakukan secara alamiah, layout perlu di pertimbangkan dengan matang.
4.      Tata Letak Gudang
Layout ini lebih ditujukan pada efisiensi biaya penanganan gudang dan memaksimalkan pemanfaatan ruangan gudang. Tujuan layout ini adalah untuk memperoleh optimum tradeoff antara biaya penanganan dan ruang gudang.
5.      Tata Letak Produk
Layout jenis ini mencari pemanfaatan personal dan mesin yang terbaik dalam produksi yang berulang-ulang dan berlanjut atau kontinu. Biasanya layout ini cocok apabila proses produksinya telah distandardisasikan serta diproduksi dalam jumlah yang sangat besar. Setiap produk akan melewati tahapan operasi yang sama dari awal sampai akhir. Contohnya, perakitan mobil atau sepeda motor.
Kriteria Penyusunan Layout:
1.      Jarak angkut yang minimum
2.      Penggunaan ruang yang efektif
3.      Keselamatan barang-barang yang diangkut
4.      Fleksibel
5.      Kemungkinan ekspansi masa depan
6.      Biaya diusahakan serendah mungkin
7.      Aliran material yang baik  
Langkah-Langkah Perencanaan Layout:
1.      Melihat perencanaan produk yang menunjukkan fungsi-fungsi dimiliki produksi tersebut
2.      Menentukan perlengkapan yang akan dibutuhkan dan memilih mesin-mesinnya
3.      Analisa dan keseimbangan urutan pekerjaan, flow casting dan penyusunan diagram blok daripada layout

G.      DASAR PENETAPAN LAYOUT
1.      Project (fixed position) Layout
a.       Digunakan untuk proyek yang mana produknya susah untuk dipindahkan
b.      Perlengkapan, peralatan, bahan baku, pekerja dan sumber daya lainnya dibawa menuju tempat produksi
2.      Process Layout (functional layout).
a.       Aktifitas yang serupa disatukan ke dalam satu departement atau pusat kerja berdasarkan pada proses yang dilakukan
b.      Digunakan pada operasi yang hanya sebentar-sebentar atau usaha jasa (high variety, low volume). Contoh : departement store, rumah sakit
c.       Keunggulan : Flexibility
d.      Kelemahan : Tidak efisien
3.      Product Layout (assembly lines).
a.       Mengatur aktifitas pada jalurnya berdasarkan pada rangkaian/urutan dari kegiatan operasi untuk produk/jasa yang khusus
b.      Cocok untuk produksi massal atau operasi/proses yang kontinu (yang mana permintaan stabil dan volume tinggi)
c.       Keunggulan : Efisien, dan mudah diterapkan
d.      Kelemahan : Tidak fleksibel (terhadap desain produk dan perubahan permintaan)

H.       METODE-METODE LAYOUT
Perusahaan-perusahaan yang membangun berbagai fasilitas baru sering menghabiskan dua atau tiga tahun dalam pekerjaan pendahuluan, dimana salah satu bagian penting adalah pencarian metode-metode yang lebih baik untuk digunakan dalam pabrik baru. Pembangunan suatu pabrik baru memberikan kesempatan untuk membuat tercapainya perbaikan-perbaikan. Dengan layout baru, adalah mungkin untuk menghilangkan praktek-praktek pemborosan.
Metode-metode layout:
1.      Analisa layout
a.       Diagram perakitan (bagan proses) yang menunjukkan bagaimana proses produksi dari bahan mentah sampai produk akhir dilaksanakan.
b.       Daftar kebutuhan operasi, untuk membuat komponen-komponen, didapatkan dari departemen teknik
2.      Penentuan suatu layout baru
Adalah dengan memperhatikan produk dari sudut pandangan penanganan bahan (materials handling).
a.       Apakah produk besar dan padat atau besar dari ringan?
b.      Bagaimana tentang bentuknya apakah panjang dan tipis, atau lentur, atau mudah ditumpuk?
c.       Bagaimana tentang risiko kerusakannya? Apakah mudah patah atau rusa, atau berbahaya dan sukar dibungkus, atau tahan terhadap karat? Apakah mengandung minyak dan lemak? Atau apakah produk kering dan bersih?
d.      Memperhatikan kuantitas setiap produk
e.       Bila kebutuhan kuantitas produk cukup besar, layout produk dengan menggunakan pengangkutan barang semacam ban berjalan dapat dikembangkan. Bila volume produksi kecil, pengaturan dengan layout fungsional cukup beralasan untuk tetap digunakan. Dalam banya kasus, minimisasi biaya transportasi dalam pabrik merupakan pertimbangan penting dalam layout.
3.      Menggambarkan kebutuhan lantai (ruang) yang menunjukkan seluruh bagian-bagian tetap atau semi tetap, segala sesuatu yang tidak dapat diubah atau dipindah dengan mudah.

I.          KERUGIAN DARI LAYOUT YANG BURUK
Layout yang buruk dapat menghalangi operasi yang efisien, karena:
1.      Bahan-bahan dalam pabrik bergerak lambat sekali, di mana urutan proses berliku-liku karena susunan mesin dan ruangan yang ada
2.      Handling cost tinggi, karena makin banyak perpindahan/pengangkutan bahan
3.      Gedung dan tempat produksi selalu penuh dengan bahan-bahan atau basil produksi yang sedang dikerjakan
4.      Ruangan (tempat) produksi, mesin-mesin dan fasilitas lainnya disusun secara tidak teratur (berserakan), sehingga mengganggu kelancaran produksi.
5.      Service area sempit sekali dan letaknya tidak memuaskan. Misalnya: service area untuk mesin-mesin, tempatnya jauh dari mesin-mesinnya, sehingga kesukaran peng­angkutan
6.      Bahan-bahan dalam proses sering rusak atau hilang
7.      Sering ditetnui kegagalan dalam menyelesaikan produksi tepat pada waktu yang ditentukan.
8.      Tempat penerimaan barang-barang tidak dapat segera dikosongkan, sehingga memperlambat pembongkaran barang-barang yang tiba di pabrik.
Semua kerugian ini akan menimbulkan biaya yang tinggi. Kerugian ini bisa terjadi di suatu bagian pabrik atau di seluruh pabrik.
J.         FAKTOR-FAKTOR DALAM PERENCANAAN LAYOUT
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan banyak sekali di dalam menyusun layout, karena pekerjaan layout ini menyeluruh di dalam pabrik. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah :
1.      Produk yang dihasilkan. Mengenai produk yang dihasilkann ini perlu diperhatikan:
a.       Besar dan berat produk tersebut. Kalau produknya besar dan berat maka memerlukan handling yang khusus, seperti fork truck atau conveyer yang di lantai, sehingga memerlukan ruangan bergerak. Sedang kalau produknya kecil dan ringan, handlingnya lebih mudah, dan ruangan bergeraknya tidak perlu besar.
b.      Sifat dari produk tersebut yaitu apakah mudah pecah atau tidak, apakah mudah/cepat rusak dsb.
2.      Urutan produksinya. F'aktor ini penting terutama bagi product layout, karena product layout, penyusunannya didasarkan pada urut-urutan produksi (operation sequence)
3.      Kebutuhan akan ruangan yang cukup luas (special requirement). Dalam hal ini diperhatikan luas ruangan pabrik, tingginya dsb
4.      Peralatan/mesin-mesin itu sendiri. Apakah mesin-mesinnya berat. Kalau berat maka diperlukan lantai yang lebih kokoh. Sifat dari mesin
5.      Maintenance dan replacement. Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga maintenancenya mudah dilakukan dan replacementnya juga mudah
6.      Adanya keseimbangan kapasitas (balance capacity) Misalnya: mesin roti. Juga diperhatikan hambatan-hambatan yang ada. Keseimbangan kapasitas harus diperhatikan terutama dalam product layout, karena di sini mesin-mesin diatur menurut urut-urutan (sequence) processnya
7.      Minimum movement: dengan gerak yang sedikit maka biayanya akan lebih rendah
8.      Aliran (/low) dari material. Sebenarnya flow ini dapat digambarkan, yaitu merupakan arus yang harus diikuti oleh suatu product pada waktu dia dibuat, gambar mana sangat penting bagi perencanaan lantai, atau ruangan pabrik (floor plan)
9.      Employee area, tempat kerja buruh di pabrik harus cukup luas, sehingga tidak mengganggu keselamatan dan kesehatannya serta kelancaran produksi.
10.  Waiting area yaitu untuk mencapai flow material yang optimum, maka kita harus memperhatikan tempat­tempat di mana kita harus menyimpan barang-barang sambil menunggu proses selanjutnya.
11.  Plant climate yaitu udara dalam pabrik tersebut harus diatur, yaitu harus sesuai dengan keadaan product dan buruh, jangan terlalu panas, dan terlalu dingin, dan juga jangan merusak kesehatan buruh.
12.  Flexibility yaitu Perubahan-perubahan dari produk atau proses/mesin-mesin dan sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan, karena sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga layout harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat flexible, dan perubahan-perubahau kecil yang terjadi tidak memerlukan biaya yang tinggi.


BAB III
PENUTUP


A.       KESIMPULAN
Tata Letak/ Layout  menurut James M. Apple  adalah kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur. Perencanaan layout adalah perencanaan pengaturan tata letak bangunan, tata ruang kerja, pengaturan letak berbagai mesin-mesin peralatan yang berada dalam bangunan yang diperlukan dalam proses produksi.
Tujuan utama yang ingin dicapai dalam perencanaan tata letak fasilitas pabrik pada dasarnya adalah untuk meminimumkan biaya atau meningkatkan efisiensi dalam pengaturan segala fasilitas produksi dan area kerja.
B.       SARAN
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap makalah ini dapat diberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan dapat mempermudah kami untuk mempelajari mata kuliah Pengantar Manajemen Operasional.


DAFTAR PUSTAKA

Subagyo, Pangestu. (2000).  Manajemen Operasi. Yogyakarta: BPFE – Yogyakarta.









Sabtu, 17 Desember 2016

UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL (STIE DR. KHEZ. MUTTAQIEN)

NAMA: ASTI RIZKIANI (030216685)
PRODI: MANAJEMEN/KHUSUS-A
PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI

1. Berikan penjelasan tentang: 
    - Cyberterrorism
    - Cybetterspass
    - Cyberfraud 
2. Sebutkan 2 (dua) confoh kasuz Cybercrime di Indonesia dan bagaimana penyelesaiannya?
3. Sebutkan dan jelaskan 4 (empat) perubahan dalam UU ITE yang baru-baru ini direvisi! 
4. Jelaskan hubungan antara e-commerce dan e-bussines!
5. Jelaskan langkah-langkah kegiatan/sistem e-commerce pada amazon.com dan gambarkan diagram alurnya!
6. Sebutkan peluang dan hambatan penerapan e-commerce di Indonesia!
7. Sebutkan 5 keuntungan dari pemanfaatan sistem informasi pada organisasi/perusahaan!
8. Jelaskan yang dimaksud Relationship dan Primary Key pada database dan apa kaitannya!
9. Sebutkan 4 jenis aplikasi CMS opensource untuk membangun e-commerce!
10. Buatlah database tamu hotel. Menggunakan list box pada field jenis kamar dan fasilitas, serta tambahkan tombol simpan, tambah, hapus, dan keluar. Beri nama tamu hotel!

JAWABAN

1.)  - Cyberterrorism: mengacu pada teror yang dilakukan, direncanakan dan dikoordinasikan melalui cyberspace yaitu melalui jaringan komputer
- Cyberterspas: pelaku melakukan kejahatan dengan memasuki jaringan komputer tanpa adanya otorisasi atau wewenang tetapi tidak menyalahgunakan atau merusak data di jaringan komputer tersebut 
- Cyberfraud: penipuan yang melibatkan pemberian informasi yang tidak benar untuk mendapatkan sesuatu yang berharga atau menguntungkan

2.) – Penyebaran virus dengan sengaja, ini adalah salah satu jenis cybercrime yang terjadi pada Juli 2009. Penyelesaiannya, tim keamanan dari situs terkait sudah membuang infeksi tersebut
- Terjadinya penggelapan uang di bank melalui computer, 2 orang mahasiswa membobol uang dari bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00. Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank dengan menggunakan computer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka orang tersebut diancam dengan pasal 362 KUHP atau pasal 378 KUHP

3.) - Adanya penambahan pasal hak untuk dilupakan. Tambahan pasal ini mengizinkan seseorang untuk mengajukan penghapusan berita terkait dirinya pada masa lalu yang sudah selesai, tetapi diangkat kembali (Ditambahkan pada Pasal 26)
- Pemerintah berhak menghapus dokumen elektronik yang terbukti menyebarkan informasi melanggar undang-undang. Informasi yang dimaksud terkait pornografi, sara, terorisme, pencemaran nama baik, dll. Jika ada situs berita resmi yang dianggap melanggar UU tersebut, penyelesaiannya akan mengikuti mekanisme di Dewan Pers.  Apabila situs yang menyediakan informasi tersebut tak berbadan hukum dan tak terdaftar sebagai perusahaan media, pemerintah bisa langsung memblokirnya (Ditambahkan pada Pasal 40)
- Terkait dokumen elektronik sebagai bukti hukum yang sah di pengadilan. UU ITE yang baru mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan dokumen elektronik yang diperoleh melalui penyadapan (intersepsi) tanpa seizin pengadilan tidak sah sebagai bukti (Ditambahkan pada Pasal 5)
- Menyangkut pemotongan masa hukuman dan denda. Ancaman hukuman penjara diturunkan dari paling lama 6 tahun menjadi 4 tahun. Berdasarkan Pasal 21 KUHAP, tersangka selama masa penyidikan tak boleh ditahan karena hanya disangka melakukan tindak pidana ringan yang ancaman hukumannya penjara di bawah lima tahun. Hukuman denda berupa uang juga diturunkan. Dari awalnya maksimal Rp 1 miliar, menjadi Rp 750 juta. Selain itu juga menurunkan ancama pidana kekerasan Pasal 29, sebelumnya paling lama 12 tahun, diubah menjadi 4 tahun dan denda Rp 2 miliar menjadi Rp 750 juta

4.) Dalam hal ini E-Bussiness sangat berkaitan erat dengan E-Commerce karena merupakan kegiatan berbisnis di Internet yang tidak saja meliputi pembelian, penjualan dan jasa, tapi juga meliputi pelayanan pelanggan dan kerja sama dengan rekan bisnis. E-business mengacu pada semua penggunaan kemajuan teknologi informasi(TI), khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk memperbaiki cara-cara sebuah organisasi dalam melakukan seluruh proses-proses bisnis. Dalam e-Bisnis terdapat interaksi eksternal organisasi yang meliputi: SuppliersCostumersInvestorsCreditorsGovernment/PemerintahMediaJadi E-Commerce merupakan bagian dari E-Business sedangkan E-Business belum tentu menjadi bagian dari E-Commerce

5.) Tahap-tahap pembelian di situs amazon.com yaitu:  
- Cari dan Pilih barang yang diminati dengan menggunakan form search yang tersedia. Misalnya  ingin beli printer Epson terbaru, Canon, HP atau produk elektronik lainnya ketikan merk  beserta jenisnya. 
- Jika anda sudah menemukan barang yang dicari, masukan ke  keranjang belanja (tekan tombol Add to Shopping Cart) 
- Jika masih mencari barang lain, tekan tombol Contiue Shopping
- Jika sudah selesai, silakan tekan Proceed to check out
- Akan dipandu untuk login ke Amazon.com (jika belum punya account Amazon.com, akan diminta mendaftar terlebih dulu) 
- Dari situlah akan muncul sejumlah opsi cara pengiriman barang beserta biayanya. 
-. Jika setuju, akan diminta membayar dengan kartu kredit. Untuk pembayaran sebenarnya ada pilihan lain selain kartu kredit, yaitu dengan Amazon Checkout, ini hampir sama dengan Paypal

6.) - Hambatan: Dukungan pemerintah yang masih belum jelas, perkembangan infrastruktur yang lambat,Kurangnya sumber daya manusia
- Peluang: Kondisi geografis dari NKRI yang terdiri dari banyak kepulauan, jumlah penduduk Indonesia yang banyak mampu menjadi pasar yang potensial

7.) Keuntungan penggunaan Sistem Informasi :
- Meningkatkan keuntungan perusahaan 
- Mengurangi biaya bisnis 
- Meningkatkan pangsa pasar 
- Perbaikan relasi pelanggan atau pelayanan pelanggan 
- Meningkatkan efisiensi 
- Meningkatkan efisiensi 
- Memperbaiki dalam pengambilan keputusan 
- Pemenuhan peraturan lebih baik dan teratur 
- Perbaikan keamanan 
- Kapasitas lebih besar

8.) - Relationship adalah relasi atau hubungan antara beberapa tabel
- Primary key adalah suatu atribut yang tidak hanya mengidentifikasi secara unik suatu kejadian tetapi juga mewakili setiap kejadian dari suatu entitas

9.) - Prestashop adalah alat pembuat toko online yang sangat mudah untuk digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna
- OpenCart adalah platform ecommerce open source yang cukup populer. Aplikasi software ini menjanjikan pengalaman user-friendly
- osCommerce adalah tools open source dipercaya oleh pengguna dan pedagang selama lebih dari 15 tahun belakangan ini. Platform ini memiliki lebih dari 7000 add-ons yang dikelola oleh komunitas
- Zen Cart memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan, mulai dari manajemen inventori untuk menangani penjualan serta menyediakan sistem yang cukup bagus dengan memberikan semua kontrol penuh di tangan pengguna



Rabu, 12 Oktober 2016

Kiat Mengembangkan Startup

Startup itu adalah perusahaan baru yang masih mencari jati diri atau bisnis model yang tepat agar kelak bisa menjadi bisnis yang repeatable dan scalable, seperti yang dikatakan oleh Steve Blank:



Dalam perjalanan membangun startup, anda pasti masih mencari bisnis model yang tepat, maka dari itu banyak startup yang pivot sebelum mereka mencapai kesuksesan. Perjalanan startup itu berlika-liku sebelum mereka menemukan bisnis model yang tepat dan meraih kesuksesan. Tetapi, Andy menyarankan supaya anda (orang Indonesia) jangan pernah membandingkan membangun startup di Indonesia itu sama dengan membangun startup di Silicon Valley karena iklimnya sudah jauh berbeda. Dalam artian, Amerika jauh lebih maju dari Negara kita. Dan Andy juga menyarankan supaya anda jangan sering-sering membaca Techcrunch atau media teknologi di Amerika karena takutnya itu hanya akan menciptakan sesuatu yang delusional atau angan-angan belaka.
“Saya tidak ingin ada banyak orang yang mengalami nasib yang sama seperti yang saya alami pada tahun 2001 yang lalu. Pada saat itu saya membangun startup yang menjual tiket penerbangan secara online (sama seperti tiket.com sekarang), namun sayangnya startup  ini tidak bisa berjalan dan terpaksa harus ditutup karena tidak ada orang yang mau membeli tiket secara online, eh ada, iya ada… Tapi hanya tiga biji,” ujar Andy sambil tertawa.
Startup yang dibangunnya ini adalah eTravel8. Ia membangun startup ini murni karena terpesona melihat kesuksesan Expedia yang menjual tiket secara online. Pada saat itu, di Indonesia tidak ada e-ticket dan pihak yang diperbolehkan mencetak tiket penerbangan hanyalah maskapai penerbagan dan delapan agen tiket penerbangan. Ia sadar hal ini salah karena pada saat itu teknologi belum memadai dan tidak ada orang Indonesia yang mau membeli tiket secara online. Padahal dengan ide yang kurang lebih sama, Tiket.com bisa sukses seperti sekarang. Dengan menceritakan pengalamannya ini, ia tidak ingin ada banyak orang Indonesia yang bernasib sama sepertinya.
Lalu, bagaimana cara kita membangun bisnis yang sukses dan meminimalisasi resiko agar investor bisa yakin dan mau berinvestasi pada bisnis kita? Sebelumnya, anda harus tahu bahwa VC (Venture Capital) dan investor lainnya, khususnya di Indonesia itu tidak ingin berinvestasi pada bisnis yang belum proven di Negara lain karena resikonya tergolong besar. Lebih baik anda membangun bisnis di bidang yang belum tersentuh atau belum ada pemainnya di Indonesia tetapi sudah ada bukti bahwa bisnis yang anda jalankan ini sukses di Negara lain. Ini bisa menambah tingkat kesuksesan startup anda agar bisa didanai investor.
Ada empat faktor yang menentukan kegagalan dalam suatu startup, tetapi jika anda bisa meminimalisasi faktor ini, Andy yakin bahwa bisnis anda bisa didanai investor dan sukses besar nantinya. Adapun empat faktor itu adalah:
1. Resiko Bisnis Model
Ini adalah resiko yang timbul dari bisnis model anda. Bagaimana meminimalisasi resiko dalam bisnis model? Andy menyarankan bahwa sebaiknya anda menjalankan bisnis model yang jelas, gampang dibuat, dan telah terbukti di Negara lain. Jangan termakan dengan hype dan ikut-ikutan tren yang sedang terjadi di Amerika, seperti 3D-Printing, Self Driveless Cars, dan sebagainya karena Amerika jauh lebih maju 8-10 tahun dibanding Indonesia. Jika hal itu dilakukan di Indonesia, menurut Andy, tentu tidak akan jalan. “Jangan menjadi saya 14 tahun yang lalu, jadilah Natali Ardianto (CTO Tiket.com) yang sekarang. Dengan bisnis model, pasar, eksekusi dan teknologi yang tepat, Tiket.com bisa tumbuh besar dengan cepat. Dan jangan kebanyakan baca Techcrunch.” 
“Dalam mencari investor, sebaiknya sesuaikan dengan industri bisnis anda. Jika anda bergerak dalam dunia game, ya cari investor yang paham betul dalam dunia game. Dan juga, tidak semua investor suka hal baru karena hal baru biasanya lebih beresiko, jadi carilah hal lama yang pasarnya besar tapi belum banyak digarap orang. Indonesia adalah pasar yang besar, coba cari celah yang bisa dimanfaatkan sebagai bisnis di sini,” ungkap Andy.
Andy juga mengatakan bahwa jangan menjadi orang yang terlalu kreatif yang berujung dengan menciptakan sesuatu yang sangat complicated. Lakukan saja hal yang sederhana dan gampang karena pada dasarnya, sebagai first time entrepreneur, anda perlu belajar dahulu sebelum mencapai kesuksesan dan berhasil membangun perusahaan yang besar.
Cara terbaik untuk mengurangi resiko dalam bisnis model adalah meniru bisnis yang telah berjalan di Negara lain, khususnya di Amerika sekitar 10 tahun yang lalu karena industri bisnis internet  di Indonesia tertinggal sekitar 10 tahun lamanya.
2. Resiko Pasar
Startup juga bisa gagal karena ukuran pasar yang kecil. Untuk menjalankan bisnis yang bisa sustainable, masuklah ke pasar yang besar dan juga potensial. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pasar di Indonesia masih banyak yang belum digarap, coba cari celah itu dan manfaatkan sebagai tambang emas dalam bisnis anda.
3. Resiko Eksekusi
Sebagus apapun ide bisnis anda, jika anda tidak bisa merealisasikannya, ide itu akan tetap hanya menjadi angan-angan saja, tanpa pernah menjadi suatu produk yang nyata. Dalam membangun startup, tentu ada resiko dalam mengeksekusi produk agar bisa segera meluncur di pasar. Untuk menimilisasi resiko di bagian eksekusi, bangunlah tim yang kompeten di bidangnya masing-masing. Kumpulkan orang-orang yang anda rasa berkompeten untuk diajak bekerja sama membangun perusahaan, seperti apa yang dilakukan oleh Cekaja di mana mereka merekrut salah satu co-founder di Check24 yang telah berpengalaman dalam membangun situs perbandingan harga produk-produk finansial.
Tidak hanya mengumpulkan dan mengajak orang-orang yang berkompeten dalam membangun startup, sebagai first time entrepreneur, anda jelas tidak mempunyai banyak pengalaman dalam membangun perusahaan. Jadi, untuk meminimalisasi resiko, bangun produk atau bisnis yang gampang dilakukan agar anda bisa segera masuk ke pasar dan menguji coba produk anda langsung di pasar. Bekerja sama dengan orang yang kompeten merupakan pilihan terbaik untuk dilakukan dalam membangun startup.
4. Resiko Teknologi
Teknologi merupakan elemen yang cukup gampang diatasi karena pada dasarnya implementasi teknologi itu tidak begitu susah. Anda bisa meniru teknologi perusahaan lain dan menerapkannya dalam bisnis anda.
Kesimpulan
Dengan menerapkan dan meminimalisasi semua resiko di atas, kesempatan bisnis anda untuk diterima oleh investor akan semakin baik karena bisnis anda berpotensial, artinya bisnis modelnya bagus, pasarnya besar, tim anda kompeten, dan teknologinya tidak begitu rumit. Andy juga mengatakan bahwa anda juga harus paham dengan investor-investor yang ada di Asia, khususnya Asia Tenggara. Investor di sini tidak begitu suksa bisnis model yang rumit dan terlalu kreatif.
“Indonesia atau bahkan Asia itu berbeda dengan Silicon Vallley, sangat jauh berbeda. Jadi jangan samakan membangun startup di sini dengan Silicon Valley. Jangan membangun bisnis yang sangat rumit dan terlalu kreatif yang mana hasilnya nanti tidak bisa diterima pasar khususnya di Indonesia. Jangan termakan hype di Amerika karena saya sering menemukan orang Indonesia yang termakan hype dengan membangun bisnis yang tidak sesuai dengan pasar lokal. Bangunlah bisnis yang gampang, sederhana, jelas, dan sudah terbukti untuk meningkatkan peluang bisnis anda agar diterima oleh investor dan juga pasar. Pasar Indonesia masih luas dan masih banyak peluang, manfaatkanlah itu. Terakhir, saya ulangi, jangan sering-sering baca Techcrunch,” tegas Andy.

 Sumber: http://startupbisnis.com/bagaimana-membangun-startup-yang-bisa-menarik-hati-investor-oleh-andyzain/

Selasa, 11 Oktober 2016

Contoh Startup Paling Potensial Di Indonesia

Startup yang menjanjikan ini, jika dapat terus berkembang di Indonesia selama beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin mereka bisa mencatat perolehan investasi sampai sembilan digit dollar. Dalam urutan acak, inilah 10 startup yang perlu diperhatikan oleh para investor.

aCommerce



aCommerce adalah contoh yang tepat untuk sebuah startup yang berpotensi kuat mencapai nilai investasi sembilan digit dollar. Perusahaan ini sendiri sepertinya sudah bisa dibilang sebagai jagoan di bidang logistik e-commerce dan pengadaan. Terbukti dengan keberhasilan mereka menggaet klien besar seperti contohnya Lippo Group, MatahariMall, dan Sinar Mas. aCommerce juga mencetak rekor pendanaan seri A terbesar di Indonesia, dengan nominal $10,7 juta (sekitar Rp144,4 miliar), tahun lalu.
CEO Paul Srivorakul mengatakan bahwa aCommerce sedang bersiap untuk perolehan pendanaan seri B, yang ia yakini akan mencapai hampir $30 juta (Rp404 milyar). Perusahaan ini memang berasal dari Thailand, tapi Srivorakul mengatakan kepada Tech in Asia bahwa indonesia telah menjadi wilayah operasi terbesar bagi aCommercce.

HappyFresh



Rekor yang dicetak aCommerce tahun lalu ternyata tidak bertahan lama, aplikasi deliverybahan makanan HappyFresh berhasil memecahkannya pada September 2015 dengan mencatat pendanaan seri A sebesar $12 juta (sekitar Rp161,9 miliar) dari grup investor yang dipimpin oleh Vertex Ventures dan Sinar Mas Digital Ventures.
Para pekerja inilah yang kemudian mengurus pesanan belanja hingga sampai ke tangan pemesan. Perusahaan yang bermula di Jakarta dan Kuala Lumpur ini baru saja melebarkan sayap ke Bangkok, dan akan segera berekspansi ke Taipei.

YesBoss



YesBoss adalah layanan asisten pribadi berbasis SMS yang baru-baru ini mendapatkan pendanaan dari 500 startup, Convergence Ventures, dan IMJ Investment Partners. Mereka yang sibuk atau malas bergerak sangat cocok dengan layanan ini karena rasanya seperti memiliki asisten pribadi yang dapat melakukan berbagai hal.
Bulan Maret lalu, Magic — layanan yang mirip dengan YesBoss di Amerika — dilaporkan mendapat $12 juta atau Rp161,9 milyar dari Sequoia Capital dengan valuasi perusahaan sebesar $40 juta (Rp540,5 milyar).

eFishery



eFishery adalah penyedia solusi teknologi untuk pengelolaan kolam ikan komersil. Produk mereka adalah alat pemberi makan otomatis yang dapat dipasang di kolam dan bisa mendeteksi tingkat nafsu makan ikan-ikan untuk kemudian mengeluarkan makanan secara otomatis.

Jualo



Jualo adalah salah satu situs iklan yang bekerja keras untuk berhasil di Indonesia. Mereka berhadapan langsung dengan OLX Indonesia yang sudah lebih dulu dominan. Meskipun begitu, Jualo memulai dengan cukup baik; traffic situs mereka senantiasa meningkat hingga mencapai lebih dari dua juta pengunjung di bulan kemarin, dan mendapat pendanaan dari Mountain Kejora dan alpha JWC Ventures.
Founder dan CEO, Chaim Fetter, juga bekerja keras untuk Jualo. Fetter mengklaim bahwa situsnya telah memiliki ratusan ribu pengguna dengan nilai transaksi $100 juta (sekitar Rp1,35 triliun) beberapa bulan sebelum memperoleh pendanaan. Sewaktu masih kecil dan tinggal di Belanda, Fetter terbiasa membuat produk-produk e-commerce.

Fabelio



Fabelio adalah salah satu startup dalam daftar ini yang menarik perhatian kami sejak awal kemunculannya. Didirikan oleh entrepreneur lokal Christian Sutardi – yang sebelumnya pernah berafiliasi dengan Hill Ventures dan Rocket Internet – Fabelio mengincar pasar e-commerce lokal untuk komoditas furnitur.
Satu hal yang pasti, pasar e-commerce untuk furnitur masih sangat terbuka di Indonesia. Pasar ini terlihat menggiurkan dengan berkembangnya kelas menengah yang mulai banyak mencari-cari meja kerja ataupun meja makan. Perusahaan riset ritel Conluminomemprediksikan bahwa pasar furnitur di Indonesia akan mencapai nilai $5.5 miliar (sekitar Rp67 triliun) di 2018. Investor tahap menengah dan akhir berpeluang bagus jika terus memantau Fabelio.

HijUp



Toko online khusus busana muslim di Indonesia, HijUp, sepertinya cukup pesat berkembang dibandingkan yang lain. Pada 2015, mereka berhasil mendapat pendanaan dari dua ronde yang berbeda, salah satunya memberikan pendanaan lebih dari $1 juta (sekitar Rp13,5 milyar).
HijUp menyediakan lebih dari 200 toko busana muslim, dan mengklaim bahwa dalam waktu dekat akan berekspansi secara global. Beberapa kompetitor mereka di antaranya adalahHijabenka dan Saqina.
Busana muslim diprediksi akan mengambil 11,2 persen dari total belanja fashion global dalam tiga tahun ke depan menurut laporan dari Thompson Reuters dan Bidang Perdagangan dan Industri Dubai. Beberapa tahun terakhir ini, kaum muslim menghabiskan $224 miliar (sekitar Rp3.021 triliun) untuk urusan busana. Hal tersebut menjadikan HijUp sebagai peluang besar yang dinantikan para investor.

Kudo



Kudo merupakan peluang menarik untuk ecommerce yang menjembatani antara dunia onlinedan offline di Indonesia. Pada awalnya, startup ini membangun beberapa mesin dan menempatkannya di mall dan area publik lainnya. Orang-orang dapat memakainya untuk membeli produk ecommerce.
Tujuan mereka adalah untuk mengenalkan e-commerce kepada siapapun yang belum pernah mencobanya. Kini, perusahaan ini mulai menggunakan pendekatan kemanusiaan, dengan mempekerjakan para agen yang bertugas memandu para pengguna yang baru pertama kali mencoba layanan ini .

Zeemi.tv



Zeemi.tv adalah salah satu startup yang menyasar perilaku sosial orang Indonesia yang unik. Situs ini menyediakan layanan live-streaming yang ramah keluarga, dan memungkinkan semua orang dapat menampilkan karyanya secara online, mendapatkan hadiah atas karyanya, dan mengambil hadiah tersebut dalam bentuk uang tunai.
Founder dan CEO Tom Damek adalah mantan CEO Lazada Indonesia, yang mana tentunya sudah menguasai situasi di pasar lokal ini. Perusahaan pendanaan dari Jepang, DeNa, belum lama ini mendanai Zeemi sebesar $1 juta (sekitar Rp13,5 miliar).

Bridestory



Bridestory adalah startup yang sadar bahwa pernikahan adalah ladang bisnis yang kebal terhadap resesi. Orang-orang di Asia akan selalu menikah tanpa terlalu menghiraukan kondisi ekonomi yang ada.
Mungkin ini salah satu sebabnya Rocket Internet menyimpang dari kecenderungan mereka untuk selalu menciptakan startup-nya sendiri dan mulai memberikan pendanaan kepada Bridestory dalam ronde seri A mereka senilai tujuh digit pada Maret lalu.
Sejak saat itu, Bridestory terus tumbuh, kini mereka bekerja sama dengan MediaCorp dari Singapura untuk berekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya. Penggunanya bulan lalu mencapai 410.000 orang, dan mereka mengklaim memiliki 10.000 vendor.

Sumber: https://id.techinasia.com/startup-paling-potensial-di-indonesia

Pengertian Startup dan Perkembangannya Di Indonesia

Kata Startup merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Menurut Wikipedia, Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Defenisi diatas mungkin lebih pada terminologinya, namun menurut penulis akan lebih mudah jika istilah Startup diartikan sebagai perusahaan baru yang sedang dikembangkan. Mulai berkembang akhir tahun 90an hingga tahun 2000, nyatanya istilah Startup banyak “dikawinkan” dengan segala yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut. Kenapa itu bisa terjadi?

Kembali melihat ke belakang  ternyata hal tersebut terjadi dikarenakan istilah Startup sendiri mulai popular secara internasional pada masa buble dot-com, lalu apa lagi buble dot-com  itu? fenomena buble dot-com adalah ketika pada periode tersebut (1998-2000) banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Pada masa itu sedang gencar-gencarnya perusahaan membuka website pribadinya. Makin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang. Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.

Karakteristik dari sebuah perusahaan yang dapat di golongkan sebuah stratup. Beberapa karakteristik perusahaan Startup tersebut diantaranya:
1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
2. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
3. Pendapatan kurang dari $ 100.000/tahun
4. Masih dalam tahap berkembang
5. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
6. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
7. Biasanya beroperasi melalui website

Dari karakteristik tersebut mungkin nampak bahwa stratup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang lazim dilabeli nama Stratup adalah perusahaan yang berkenaan dengan dunia tekno dan online.

Perkembangan Dunia Startup di Indonesia

Perkembangan Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat menggembirakan. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan. Menurutdailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup.

Berdasarkan beberapa riset, pada tahun 2013 saja diperkirakan pengguna internet di Indonesia mencapai 70 juta orang, bisa dibayangkan berapa jumlah user internet Indonesia beberapa tahun kedepan. Selain itu daya beli masyarakat yang meningkat seiring dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat negeri ini ikut mempengaruhi perkembangan industri digital.

Menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok yaitu Startup pencipta game, Startup aplikasi edukasi serta Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi. Menurutnya Startup game dan aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di Indonesia.

Dengan berkembangnya media sosial dan smartphone, pasar untuk mobile game dan social game semakin besar. Sementara itu untuk aplikasi atau website yang bergerak di bidang e-commerce dan informasi, Rama menilai tantangannya di Indonesia masih cukup besar dikarenakan masih minimnya penggunaan kartu kredit. Namun untuk yang berbau informasi atau berita berbagai tema, perkembangannya justru jauh lebih pesat lagi.

Di Indonesia sekarang ini telah banyak berdiri komunitas founder-founder Startup. Seperti Bandung Digital Valley (bandungdigitalvalley.com), Jogja Digital Valley (jogjadigitalvalley.com), Ikitas (www.ikitas.com) Inkubator Bisnis di Semarang, Stasion (stasion.org) wadah bagi Startup lokal kota Malang, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan adanya komunitas ini tentunya akan memudahkan para founder untuk saling sharing, membimbing bahkan untuk menjaring investor. Para founder dapat pula mengikuti kompetisi yang diadakan oleh beberapa perusahaan seperti Telkom untuk menjadi investor mereka.

Hal yang paling utama untuk mendirikan Startup adalah tim yang solid, karena dengan adanya tim yang solid bisa memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Dengan ide dan eksekusi yang tepat, tentunya para founder tidak akan kesulitan menarik minat masyarakat maupun mencari investor.


Sumber: https://www.maxmanroe.com/apa-itu-startup-bgmn-perkembangan-dunia-bisnis-startup-di-indonesia.html
 

Sunshine Template by Ipietoon Cute Blog Design